Minggu, 28 Februari 2010 - 10:30:46 WIB
DECISION SUPPORT SYSTEM
Diposting oleh : Ryan Sofyan
Kategori: Teknologi
- Dibaca: 610 kali
A.DECISION SUPPORT SYSTEM
Salah satu jenis sistem aplikasi yang sangat populardi kalangan manajemen perusahaan adalah Decision Support System atau disingkatDSS. DSS ni merupakan suatu sistem informasi yang diharapkan dapat membantumanajemen dalam proses pengambilan keputusan. Hal yang perlu ditekankan di siniadalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer,tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools) bagi mereka. DSS sebenarnyamerupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telahdiperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science.Hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yangdihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untukmencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini komputer PC telahmenawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam wakturelatif singkat.
Dalam keduabidang ilmu di atas, dikenal istilah decision modeling, decision theory, dandecision analysis – yang pada hakekatnya adalah merepresentasikan permasalahan manaje-menyang dihadapi setiap hari ke dalam bentuk kuantitatif (misalnya dalam bentukmodel matematika). Contoh-contoh klasik dari persoalan dalam bidang ini adalahlinear programming, game’s theory, transportation problem, inventory system,decision tree, dan lain sebagainya. Dari sekian banyak problem klasik yangkerap dijumpai dalam aktivitas bisnis perusahaan sehari-hari, sebagian dapatdengan mudah disimulasikan dan diselesaikan dengan menggunakan formula ataurumus-rumus sederhana. Tetapi banyak pula masalahan yang ada sangat rumitsehingga membutuhkan kecanggihan komputer.
Sprague dan Carlson mendefinisikan DSS dengan cukupbaik, sebagai sistem yang memiliki lima karakteristik utama (Sprague et.al.,1993):
1) Sistem yangberbasis komputer;
2) Dipergunakanuntuk membantu para pengambil keputusan;
3) Untuk memecahkanmasalah-masalah rumit yang “mustahil” dilakukan dengan kalkulasi manual;
4) Melalui carasimulasi yang interaktif;
5) Dimana data danmodel analisis sebagai komponen utama.
6) Karakteristik 4dan 5 merupakan fasilitas baru yang ditawarkan oleh DSS belakangan ini sesuaidengan perkembangan terakhir kemajuan perangkat komputer.
Konsep DSS:
– HERBERTSIMON: pembedaan antara keputusan yang di-program/tidakdiprogram serta fase-fase pembuatan keputusan
– G.ANTHONY GORRY & MICHAEL S. SCOTT MORTON: pembuatan kisiuntuk struktur masalah dan level manajemen
– STEVENALTER: Dukungan empiris untuk pembentukan dasar topologiDSS
1. DSS dikhususkan untuk mendukung manajer:
• memecahkan masalah semi terstruktur,
• lebih mementingkan efektivitas dibandingkan efisiensi
2. DSS menyediakan informasi utk memecahkan masalahserta kemampuan komunikasi.
3. Informasi diperoleh dari: laporan berkala danspesial, output model matematik dan output sistem pakar.
4. Komunikasi dilakukan saat suatu grup manajermelakukan problem solving.
B. KOMPONENDECISION SUPPORT SYSTEM
o Pemodelan matematik merupakan komponen integral DSSyang menguntungkan manajer (walau masih terkandung beberapa kekurangan)
o Komputer grafik: berdasar suatu penelitian grafikcocok utk situasi tertentu; pada situasi tersebut grafik lebih efektifdibanding yang lainnya.
Secara garis besar DSS dibangun olehtiga komponen besar:
1) Database
2) Model Base
3) Software System
Sistem database berisi kumpulan dari semua databisnis yang dimiliki perusahaan, baik yang berasal dari transaksi sehari-hari,maupun data dasar (master file). Untuk keperluan DSS, diperlukan data yangrelevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan melalui simulasi.
Komponen kedua adalah Model Base atau suatu modelyang merepresentasikan permasalahan ke dalam format kuantitatif (modelmatematika sebagai contohnya) sebagai dasar simulasi atau pengambilan keputusan,termasuk di dalamnya tujuan dari permasalahan (obyektif), komponen-komponenterkait, batasan-batasan yang ada (constraints), dan hal-hal terkait lainnya.
Kedua komponen tersebut untuk selanjutnya disatukandalam komponen ketiga (software system), setelah sebelumnya direpresentasikandalam bentuk model yang “dimengerti” komputer . Contohnya adalah penggunaanteknik RDBMS (Relational Database Management System), OODBMS (Object Oriented DatabaseManagement System) untuk memodelkan struktur data. Sedangkan MBMS (Model Base ManagementSystem) dipergunakan untuk mere-presentasikan masalah yang ingin dicaripemecahannya. Entiti lain yang terdapat pada produk DSS baru adalah DGMS(Dialog Generation and Management System), yang merupakan suatu sistem untukmemungkinkan terjadinya “dialog” interaktif antara computer dan manusia (user)sebagai pengambil keputusan.
C. JENIS-JENIS DSS
Aplikasi DSS yang ditawarkan di pasar sangatberaneka ragam, dari yang paling sederhana (quick-hit DSS) sampai dengan yangsangat kompleks (institutional DSS). “Quick-Hit DSS” biasanya ditujukan untukpara manajer yang baru belajar menggunakan DSS (sebagai pengembangan setelahjenis pelaporan yang disediakan oleh MIS = Management Information System, satulevel sistem di bawah DSS). Biasanya masalah yang dihadapi cukup sederhana(simple) dan dibutuhkan dengan segera penyelesaiannya. Misalnya untuk kebutuhanpelaporan (report) atau pencarian informasi (query). Sistem yang sama biasa puladipergunakan untuk melakukan analisa sederhana. Contohnya adalah melihat dampakyang terjadi pada sebuah formulasi, apabila variabel-variabel atauparameter-parameternya diubah. Di dalam perusahaan, DSS jenis ini biasanyadiimplementasikan dalam sebuah fungsi organisasi yang dapat berdiri sendiri(berdasarkan data yang dimiliki fungsi organisasi tersebut). Misalnya adalahDSS untuk menyusun anggaran tahunan, DSS untuk melakukan kenaikan gajikaryawan, DSS untuk menentukan besarnya jam lembur karyawan, dan lain sebagainya.

“InstitutionalDSS” merupakan suatu aplikasi yang dibangun oleh para pakar bisnis dan ahliDSS. Sesuai dengan namanya, DSS jenis ini biasanya bekerja pada levelperusahaan, dimana data yang dimiliki oleh masing-masing fungsi organisasitelah diintegrasikan (dibuat strukturnya dan didefinisikan kaitankaitannya).
Contohnyaadalah DSS untuk memprediksi pendapatan perusahaan di masa mendatang (forecasting)yang akan mensimulasikan data yang berasal dari Divisi Sales, Divisi Marketing,Divisi Logistik dan Divisi Operasional. Contoh implementasi yang tidak kalahmenariknya adalah suatu sistem, dimana jika manajemen memiliki rencana untukmem-PHK-kan beberapa karyawannya, akan dapat disimulasikan dampaknya terhadapneraca profit-and-loss perusahaan. Contoh aplikasi penggunaan DSS lain yang palingbanyak digunakan di dalam dunia bisnis adalah untuk keperluan analisamarketing, operasi logistik dan distribusi, serta masalah-masalah yangberkaitan dengan keuangan dan akuntansi (taxation, budgeting, dsb.).
A. SISTEM BERBASIS GRAFIK
Dalam merepresenasikan DSS agar mudah dipergunakandan dimengeri oleh user (dalam hal ini adalah manajer perusahaan), formatgrafik mutlak dipergunakan untuk melengkapi teks yang ada. Contoh-contoh modelgrafik yang populer dipergunakan adalah sebagai berikut:
ü Time SeriesCharts – untuk melihat dampak sebuah variable terhadap waktu;
ü Bar Charts –untuk memperbandingkan kinerja beberapa entiti;
ü Pie Charts –untuk melihat komposisi atau persentasi suatu hal;
ü ScatteredDiagrams – untuk menganalisa hubungan antara beberapa variabel;
ü Maps – untukmerepresentasikan data secara geografis;
ü Layouts – untukmenggambarkan lokasi barang secara fisik, seperti pada bangunan dan kantor;
ü Hierarchy Charts– untuk menggambarkan struktur organisasi;
ü Sequence Charts– untuk merepresentasikan sesuatu dengan logika yang tersetruktur (contohnyaadalah diagram flowchart); dan
ü Motion Graphics– untuk memperlihat-kan perilaku dari variabel yang diamati dengan caraanimasi.
Jenis-jenisgrafik di atas biasanya dapat ditampilkan dalam dua macam format: dua dimensidan tiga dimensi.
B. PERKEMBANGAN DSS
DSS yang saat ini populer untuk digunakan adalahyang berbasis tabel atau spreadsheets, karena para manajer sudah terbiasamembaca data dengan cara tersebut. Tabel inilah yang menjadi media manajer dalam“mengkutak-katik” (mengganti atau merubah) variabel yang ada, di mana hasilnyaakan ditampilkan dalam format grafik yang telah dijelaskan sebelumnya. Untukkeperluan ini, biasanya sebuah stand-alone PC sudah cukup untuk mengimplementasikannya.Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, telah banyak ditawarkanaplikasi DSS yang bekerja dalam infrastruktur jaringan (LAN, WAN, Intranet,Internet, dsb.). Beberapa manajer pengambil keputusan dihubungkan satu denganlainnya melalui jaringan komputer, sehingga dapat saling mempertukarkan datadan informasi untuk keperluan pengambilan keputusan. Bahkan sudah ada DSS yangdiperlengkapi dengan expert system (dibuat berdasarkan teori kecerdasan buatan= artifial intelligence), sehingga keputusan bisnis secara langsung dapatdilakukan oleh komputer, tanpa campur tangan manusia.
C. TUJUANDSS (Peter G.W. Keen & Scott Morton)
a) Membantu manajermembuat keputusan untuk menangani masalah semi terstruktur,
b) Mendukungpertimbangan manajer, bukan sebagai pengganti pertimbangan manajer,
c) Meningkatkanefektifitas manajer dalam membuat keputusan (bukan efisiensi).
Tiga Prinsip Dasar Konsep DSS:
1. Struktur Masalah: Masalah dalam bentukterstruktur atau tidak terstruktur sulit ditemui, mayoritas berbentuk semiterstruktur DSS ditujukan pada area dimana banyak masalah ditemukan.
2. Dukungan Keputusan: DSS bukan penggantimanajer
• Komputerdigunakan untuk porsi masalah yang terstruktur, sedang manajerbertanggung-jawab terhadap porsi masalah yang tidak terstruktur (denganaplikasi pertimbangan, intuisi, atau analisis).
• Komputer &Manajer sebagai tim problem-solving pada masalah semi terstruktur.
3. EfektifitasKeputusan Ù main benefitfrom using DSS is better decisions
• Tidak selalukeputusan terbaik; pada banyak kasus manajer memutuskan mana alterternatif terbaik.
• Tambahan waktuagar solusi optimum dengan meningkatan presisi tidak banyak berguna.
• Managermenggunakan pertimbangan (judgement) untuk menentukan keputusan manayang memberikan kontribusi terhadap solusi masalah.

Gambar 1. Fokus DSS pada Masalah SemiTerstruktur
Tipe-tipekeputusan
• Keputusanterprogram (struktur)
– Dibuat menurutkebiasaan, aturan, prosedur; tertulis maupun tidak
– Bersifat rutin,berulang-ulang
• Keputusan takterprogram (tidak terstruktur)
– Mengenai masalahkhusus, khas, tidak biasa
– Kebijakan yangada belum menjawab
Mis.Pengalokasian sumber daya
KESIMPULAN
Daripenjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa DSS itu merupakan :
· Sistemberbasiskomputer
· Sistemyangmenghasilkan berbagai alternative keputusan
· Sistemyangmembantu pembuat keputusan (decision maker)
· Sistemyangmemecahkan masalah semi / tidakterstruktur
· Sistemyangmenggunakan data, basis data,dan model keputusan.
Bookmark & Share






