Mau yang Terupdaet??? Kunjungi Web View-Code.Com Rabu, 13 Januari 2010 - 20:30:45 WIB
Cara Instalasi Multi Distro Linux
Diposting oleh : Ryan Sofyan
Kategori: Linux - Dibaca: 254 kali


Bagaimana jika ingin mencoba berbagai distro Linux, tapi semuanya harus
diinstall ke dalam harddisk? Apakah mungkin menginstall beberapa distro
Linux sekaligus dalam satu komputer? Jawabannya ya. Keuntungan dari
instalasi multi-distro tersebut, Anda bisa mempelajari beberapa jenis
distro yang memiliki “sifat” serta “kelakuan” yang berbeda sehingga
pengetahuan Anda tentang Linux akan semakin kaya.



Pembuatan Partisi



cara instal multi distro linuxSetiap
distro Linux membutuhkan setidaknya dua partisi, yaitu / (root) dan
swap. Kebutuhan akan partisi swap sebenarnya bisa diperdebatkan,
utamanya apabila Anda memiliki RAM yang besar (misalnya di atas 512MB).
Namun bukan hal yang salah apabila partisi swap tetap ingin digunakan.



Dalam
kondisi minimal, sediakan n+1 partisi dengan n adalah jumlah distro
yang ingin diinstall. Sebagai contoh penulis akan menginstall tiga
distro, yaitu Fedora Core, Ubuntu, dan Slackware. Untuk itu, siapkan
minimal empat partisi. Tiga partisi akan digunakan untuk partisi / bagi
setiap distro, dan satu partisi digunakan sebagai swap. Mengapa partisi
swapnya hanya satu? Karena pada satu kurun waktu hanya satu sistem
operasi yang dapat beroperasi. Jadi partisi swapnya akan digunakan
secara bergantian.



Apabila Anda menginginkan pemisahan partisi
/home dari partisi /, sebaiknya partisi untuk /home tersebut juga
disediakan sebanyak distro yang ingin diinstall. Jika diinginkan adanya
partisi yang dapat digunakan untuk bertukar data antardistro, sebaiknya
partisi tersebut disediakan tersendiri.



Besarnya setiap partisi
juga harus disesuaikan dengan kebutuhan. Partisi untuk Fedora Core
misalnya, jangan sampai terlalu kecil karena jumlah CD instalasi Fedora
Core adalima (bandingkan dengan Ubuntu yang hanya satu). Sebagai
contoh, penulis akan menyediakan lima partisi untuk instalasi Fedora
Core, Ubuntu, dan Slackware. Tiga partisi untuk partisi/setiap distro,
satu partisi untuk partisi swap, dan satu partisi lagi disediakan untuk
tukar menukar data antardistro.



Diasumsikan harddisk yang
digunakan berukuran 80GB, dan komputer memiliki RAM 512MB. Susunan
partisinya seperti pada gambar berikut.



Instalasi Distro Pertama



Katakanlah
distro yang diinstall pertama kali adalah Fedora Core. Untuk itu,
buatlah susunan partisi seperti di atas. Namun yang dimount hanyalah
/dev/hdal sebagai /, /dev/hda6 Sebagai swap, dan /dev/hda5 sebagai partisi (untuk sharing data yang mungkin akan di-mount di /sharing).



Formatlah
berbagai partisi tersebut dengan file system yang dikenal oleh seluruh
distro. Namun Anda tidak perlu terlalu cemas karena umumnya hampir
semua distro telah mengenal ext2, ext3, serta reiserfs sebagai file
system. Penulis menyarankan untuk menggunakan ext3 saja, karena file
system tersebut bisa dikatakan sebagai yang paling populer. Saat
anaconda (software instalasi Fedora Core) meminta Anda untuk
menginstall GRUB, letakkan GRUB di MBR (dalam hal ini adalah di /dev/hda).



Instalasi Distro Kedua



Pada
saat instalasi distro kedua, sebagian susunan partisi telah digunakan
untuk distro pertama. Misalnya, distro kedua yang diinstall adalah
Ubuntu. Untuk itu, lakukan proses mount hanya terhadap partisi /dev/hda2 untuk / dan /devl hda6 untuk swap. Nantinya partisi untuk sharing data akan dilakukan secara manual.



Jika
pada saat instalasi GRUB, installer Ubuntu mengenal adanya distro lain
(Fedora Core) yang telah terinstall dan membuat entri untuk booting ke
Fedora Core, Anda boleh menggantikan GRUB Fedora Core dengan GRUB
Ubuntu. Anda tinggal menginstall GRUB Ubuntu di MBR, maka GRUB yang
telah ada di MBR sebelumnya akan hilang. Namun jika Anda menginginkan
untuk tetap menggunakan GRUB milik Fedora Core, lakukan instalasi GRUB
Ubuntu tersebut di partisi / Ubuntu, yaitu di /dev/hda2.



Instalasi Distro Ketiga



Sama
dengan langkah instalasi distro yang kedua, sebagian susunan partisi
telah digunakan untuk distro yang pertama dan kedua. Untuk distro
Slackware, lakukan mount dan format hanya untuk /dev/hda3 sebagai partisi / dan /dev/hda6 sebagai partisi swap. Partisi untuk sharing dapat dilakukan secara manual.



Sebagai
boot loader, secara default Slackware menggunakan LILO. Penulis lebih
memilih untuk menggunakan GRUB, karena itu lakukan instalasi LILO di
partisi / Slackware, dalam hal ini adalah Idev/hda3.



Konfigurasi Akhir



Beberapa konfigurasi akhir harus dilakukan agar nantinya pada menu GRUB akan muncul ketiga distro yang digunakan.



Mula-mula
bootinglah ke distro Fedora Core. Biasanya akan segera timbul masalah,
yaitu partisi swap yang tidak ditemukan oleh Fedora Core. Hal itu
terjadi karena Fedora Core menggunakan nama label dalam merujuk ke
partisi swap, bukan posisi partisinya. Untuk mengatasinya, ada dua
solusi yang ditawarkan, yaitu memberi kembali nama label pada partisi
swap, atau menyunting file /etc/fstab Fedora Core agar merujuk partisi
swap pada posisi partisinya, bukan nama swapnya.



Entri pada file /etdfstab yang merujuk pada partisi swap adalah:



LABEL = SWAP-hda6 swap swap defaults 0 0



Dari
entri tersebut terlihat bahwa nama label untuk partisi swap adalah
SWAP-hda6. Anda bisa memberi label pada partisi swap dengan perintah
berikut:



# mkswap -L SWAP-hda6 /dev/hda6



Cara
yang kedua adalah dengan menyunting file /etd fstab tersebut sehingga
partisi swap dirujuk berdasar posisi partisinya, bukan nama labelnya:



/dev/hda6 swap swap defaults 0 0



Nah,
masalah pertama telah terselesaikan. Sekarang Anda harus menambah entri
pada GRUB agar nantinya muncul item untuk booting ke Ubuntu dan
Slackware. Untuk melakukan hal tersebut, Anda harus “mengintip” isi
konfigurasi GRUB dan LILO milik Ubuntu dan Slackware. Tentunya partisi
/ Ubuntu dan partisi / Slackware harus dimount terlebih dahulu.
Ketikkan perintah berikut (Anda bisa mengetikkan perintah ini secara
cepat dalam satu baris):



# cd /mnt; mkdir ubuntu; mkdir slackware; mount -t ext3 /dev/hda 2/mnt/ubuntu; mount -t ext3; /dev/hda3 /mnt/slackware



Lalu, bukalah file /boot/grub/grub.conf yang terdapat di Fedora Core. Agar aman, backup file tersebut terlebih dahulu. Isi file /boot/grub/grub.conf tersebut kira-kira sebagai berikut:



default = 0

timeout = 5

splashimage=(hd0,0)/grub/splash.xpm.gz

# hiddenmenu

title Fedora Core (kernel 2.6.17-1.2157_FC5)

root (hd0,0)

kernel /vmlinuz-2.6.17-1.2157_FC5 ro root= LABEL=/1

rhgb quiet

initrd/initrd-2.6.17-1.2157 FC5.img




Kemudian buka file menu.lst milik Ubuntu yang terdapat di /mnt/ubuntu/boot/grub/menu.lst. Entri yang menunjukkan informasi booting ke Ubuntu adalah:



title Ubuntu, kernel 2.6.15-23-386

root (hd0,1)

kernel /boot/vmlinuz-2.6.15-23-386 root=/dev/hdb5

ro quiet splash

initrd /boot/initrd.img-2.6.15-23-386




Setelah
itu, salinlah entri tersebut ke file /boot/grub/grub. conf, dan
letakkan di bawah entri Fedora Core. Terakhir, buka file lilo.conf milik Slackware yang terdapat di /mnt/slackware/etc/lilo.conf. Entri yang menunjukkan informasi booting ke Slackware adalah:



boot = /dev/hda3 prompt

timeout = 50

vga = 773

image = /boot/vmlinuz

root = /dev/hda3

label = slackware

read-only




Catatan: Informasi tersebut telah disunting dengan tidak menampilkan bagian yang diberi tanda #. Karena entri pada lilo.conf tidak sama dengan entri pada grub.conf, Anda harus membuat entri sendiri pada file /boot/grub/grub.conf dengan nilai-nilai yang disesuaikan dengan entri pada lilo.conf tersebut. Entri tersebut sebagai berikut:



title Slackware

root (hd0,2)

kernel /boot/vmlinuz root=/dev/hda3 vga=773




Letakkan
entri tersebut di bawah entri Fedora Core dan Ubuntu, kemudian simpan
file /boot/grub/grub.conf tersebut, dan reboot komputer Anda. Sekarang
pada menu GRUB telah muncul tiga entri, yaitu Fedora Core, Ubuntu, Ban
Slackware.



Sebagai langkah konfigurasi terakhir, pada Ubuntu dan Slackware buatlah direktori /sharing, dan sunting file /etd fstab dengan menambahkan item berikut:



/dev/hda5 /sharing ext3 defaults 0 0



Sekarang, partisi /dev/hda5
bisa digunakan oleh ketiga distro tersebut sehingga bisa difungsikan
sebagai media untuk tukar-menukar data. Secara garis besar cara
instalasi dan konfigurasi di atas dapat digunakan sebagai panduan untuk
kombinasi distro yang berbeda.

Bookmark & Share  ADD TO DEL.ICIO.US ADD TO DIGG ADD TO FURL ADD TO NETSCAPE ADD TO REDDIT ADD TO STUMBLEUPON ADD TO TECHNORATI FAVORITES ADD TO SQUIDOO ADD TO WINDOWS LIVE ADD TO YAHOO MYWEB ADD TO GOOGLE

0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Pilih emotions :
Komentar :
 
Security Code :

 

 




  

Protected
Sertakan sumbernya jika copy paste

Valid
[Valid
click for a free hit counter
Hit the Hit web page.